|
Pengembangan industri BPR salah satunya memang harus didukung lewat linkage program karena BPR dinilai penting dalam menggerakkan sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). UMKM terbukti bisa menjadi fondasi kokoh bagi perekonomian nasional, dan selayaknya BPR mendapat perhatian khusus dengan dukungan bank umum. Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama BPR Giri Sariwangi (GISAWA) I Gede Wiriana, S.H., Selasa (19/8) lalu soal penandatanganan kerja sama linkage program dengan BNI’46 yang telah dilakukan sebelumnya. Saat penandatanganan itu, Pimpinan Central Kredit Kecil Denpasar BNI’46, Supriyono, S.E., berharap kepercayaan BNI’ 46 kepada GISAWA tetap dijaga. Tahun mendatang diharapkan fasilitas juga bisa ditingkatkan.. Dalam kaitan ini, BPR GISAWA mendapat kepercayaan luar biasa dari BNI’46. Fasilitas awal BNI’46 kepada BPR GISAWA makin ditingkatkan dari Rp 5 milyar menjadi Rp 11 milyar. Acara penandatanganan kucuran dana BNI’46 kepada BPR GISAWA dihadiri I Made Masa, S.H. (Komisaris BPR GISAWA) dan Direktur BPR GISAWA I Nyoman Gede Partawan, S.E. yang sekaligus menyampaikan terima kasih atas kepercayaan BNI kepada BPR GISAWA dan kepada masyarakat khususnya masyarakat Bali yang mempercayakan BPR GISAWA sebagai mitra untuk membiayai para pelaku UMKM di Bali. Wiriana menegaskan, linkage program BNI’46 dengan BPR GISAWA merupakan suatu strategi untuk mendorong intermediasi dengan memberdayakan sektor UMKM kepada seluruh komponen dalam industri keuangan. Terkait dengan pilar I Arsitektur Perbankan Indonesia (API), linkage program juga merupakan upaya untuk meningkatkan daya saing BPR sekaligus efisiensi pelaksanaan skim kredit bank umum. Dijelaskan, selama ini, akses memperoleh kredit menjadi hambatan paling besar yang dihadapi para pelaku usaha-usaha kecil di Bali. Linkage program BNI’46 dengan BPR GISAWA diharapkan bisa menjawab persoalan ini, khususnya penyaluran kredit ke UMKM yang belum terjangkau jaringan bank-bank umum. Menyinggung kucuran dana BNI’46 melalui linkage program dengan BPR GISAWA, Wiriana yang juga Sekretaris DPC Perbarindo Badung mengatakan, kredit yang diterima melalui linkage program dengan BNI’46 harus dikelola secara benar dan jujur, karena prinsip dasarnya adalah lebih baik mencegah daripada mengobati. Dalam hubungan ini, deteksi dini kucuran dana dari linkage program merupakan salah satu kunci keberhasilan pengelolaan kredit bermasalah, karena tidak setiap debitur memiliki gejala sama sampai menjadi bermasalah. “Dengan demikian, deteksi dini merupakan kunci keberhasilan mengelola kredit,’’ tandas I Gede Wiriana.
|